Kabarmu

Sah! PDM dan PDA Kota Pekalongan Merger 2 Faskes jadi Klinik Siti Aisyah, Bidik Optimalisasi Pelayanan

MOZAIKMUKOTAPEKALONGAN – Sebuah langkah strategis diambil PDM dan PDA Kota Pekalongan dengan menetapkan Klinik Pratama Aisyiyah “Klinik Siti Aisyah” sebagai hasil penggabungan dua fasilitas kesehatan (faskes) di lingkungannya. Kebijakan ini bukan hanya memberikan kepastian, lebih dari itu juga sebagai upaya adaptif untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang efisien dan optimal bagi warga Persyarikatan maupun masyarakat umum di Kota Pekalongan.

Kebijakan ini menggabungkan Klinik Asysyifa yang dimiliki Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekalongan dengan Klinik Pratama Aisyiyah “Klinik Siti Aisyah” yang dikelola Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pekalongan menjadi Klinik Pratama Aisyiyah “Klinik Siti Aisyah” yang beroperasi di Jalan Dr. Wahidin No. 3 Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan.

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penggabungan dan Pengelolaan Bersama antara Klinik Asysyifa PDM Kota Pekalongan dan Klinik Pratama Aisyiyah “Klinik Siti Aisyah” PDA Kota Pekalongan pada Selasa (21/7/2026) di Aula Kampus 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMPP Jl. K.H. Mas Mansyur No 2 Bendan Kota Pekalongan.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PDM Kota Pekalongan, Dr. Mokhamad Arifin, S.Kp., M.Kep., dengan Zahry Purwati, S.IP. selaku Ketua Majelis Kesehatan PDA Kota Pekalongan. Prosesi penandatanganan PKS ini juga turut disaksikan oleh Ketua PDM Kota Pekalongan Dr. H.M. Hasan Bisysri, M.Ag. dan Ketua PDA Kota Pekalongan Dra. Rita Rahmawati, M.Pd.

Sejumlah anggota Pleno PDM Kota Pekalongan juga ikut hadir menyaksikan peristiwa bersejarah ini, seperti Sekretaris PDM Kota Pekalongan Aslam Fatkhudin, S.Kom., M.Kom., Bendahara PDM M. Ainur Rofiq, S.E., M.M., anggota Pleno Ust. Supriyanto, Sekretaris MPKU PDM Kusnadi, Sekretaris Majelis Kesehatan PDA Mey Amna Hijriyati, Kepala Kantor PDM M. Imaduddin, S.E., serta sejumlah unsur PDA, utamanya Majelis Kesehatan PDA.

“Penandatanganan perjanjian kerja sama hari ini menjadi penting untuk memberikan kepastian terkait kebewrlangsungan operasional dan pelayanan kesehatan oleh Klinik Asysyifa PDM Kota Pekalongan yang mungkin sudah dinanti-nanti masyarakat, khususnya warga Persyarikatan. Kedua, merger dengan Klinik Pratama Aisyiyah Klinik juga menjadi langkah strategis dalam ikhtiar menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan optimal,” ungkap Ketua PDM Kota Pekalongan, Dr. Hasan Bisysri didampingi Ketua MPKU PDM, Dr. Mokhamad Arifin.

Diketahuui, sejak beroperasi selama kurang lebih 10 tahun ini, Klinik Asysyifa yang berlokasi di komplek SMP Muhammadiyah Kota Pekalongan Jl. Pramuka No. 1 Kota Pekalongan ini belum banyak menunjukkan perkembangan berarti dalam operasionalnya. Permasalahan ini juga telah lama menjadi perhatian PDM Kota Pekalongan.

“Maka keputusan penggabungan dan pengelolaan bersama ini insyaallah menjadi tonggak baru bagi pengembangan pelayanan kesehatan oleh PDM dan PDA Kota Pekalongan yang lebih baik,” tambah Hasan Bisysri.

Energi Baru Klinik Siti Aisyah

Klinik Siti Aisyah Kota Pekalongan
ENERGI BARU – Pengelolaan bersama Klinik Siti Aisyah diharapkan memberi energi baru bagi kinerja pelayanan kesehatan di Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Pekalongan.

Kebijakan penggabungan dan pengelolaan bersama dua klinik menjadi Klinik Pratama Aisyiyah bernama Klinik Siti Aisyah ini diharapkan bisa memberi energi dan harapan baru bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan ke depan. Bukan hanya karena bertambahnya sumber daya, tetapi juga membawa gairah baru dalam penyelenggaraan layanan kesehatan yang islai, profesional, dan terdepan.

Ketua PDA Kota Pekalongan, Dra. Rita Rahmawati, M.Pd., didampingi Ketua Majelis Kesehatan PDA, Zahry Purwati, S.IP., mengatakan, sejak diresmikan oleh Wali Kota Pekalongan pada 9 Januari 2022, Klinik Siti Aisyah terus menunjukkan progres perkembangan yang positif. Bahkan klinik ini juga sudah melayani pasien BPJS yang semakin memudahkan akses masyarakat atas pelayanan kesehatan.

“Kami tentu sangat menyambut baik kebijakan penggabungan dan pengelolaan bersama ini, karena harapannya dakwah melalui amal usaha di bidang kesehatan ini menjadi lebih fokus dan karenanya optimal kualitasnya,” ujar Rita.

Klinik Siti Aisyah Kota Pekalongan
DIRESMIKAN – Prosesi peresmian Klinik Pratama Aisyiyah “Klinik Siti Aisyah” Kota Pekalongan oleh Wali Kota Pekalongan pada Januari 2022.

Menurut dia, pilihan untuk menggunakan nama Klinik Pratama Aisyah “Klinik Siti Aisyah” Kota Pekalongan ini juga dinilai tepat, terutama mempertimbangkan jejak sejarah yang menyertai bangunan Klinik Siti Aisyah. Diketahui, bangunan tersebut terkait dengan sejarah perkembangan Muhammadiyah Kota Pekalongan di periode awal, sekitar dekade 3 abad 20.

Di bekas bangunan tersebut dulunya pernah berdiri HIS Muhammadiyah dan puncaknya pada tahun 1927 dipilih sebagai lokasi Kongres (Muktamar) Muhammadiyah ke-6, di mana di bangunan yang kini menjelma Klinik Siti Aisyah Kota Pekalongan tersebut diputuskan pembentukan Majelis Tarjih.

“Jadi bangunan Klinik Siti Aisyah ini merekam jejak sejarah penting yang akan selalu dikenang warga Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kota Pekalongan. Harapannya, jejak sejarah itu menjadi energi bagi kita semua untuk menjaga keberlangsungan dan perkembangan Klinik Siti Aisyah ke depannya,” jelas Rita.

Dari keputusan merger dan pengelolaan bersama dua klinik menjadi Klinik Siti Aisyah Kota Pekalongan ini, harapannya mampu meningkatka efisiensi dalam operasional pelayanan kesehatan. Selain itu, penggabungan ini juga akan memperkuat kualitas pelayanan, meluas-jangkaukan pelayanan kesehatan, sekaligus sebagai upaya adaptif menjawab tantangan regulasi dan perkembangan sistem pelayanan kesehatan nasional. (sef)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button