Bukan Membatik Mori, Lazismu Kota Pekalongan Sukses Hadirkan Pelatihan Bolu Batik Bagi 25 Pelaku UMKM
MOZAIKMUKOTAPEKALONGAN – Sebuah pelatihan membatik digelar Lazismu Kota Pekalongan, Kamis (30/7/2026), di aula Kantor Kecamatan Pekalongan Utara. Namun tak seperti lazimnya Kota Pekalongan yang identik dengan batik kain, pelatihan kali ini justru terkait dengan usaha baking, yakni pembuatan bolu gulung batik (batik roll cake).
Kegiatan hasil kolaborasi Lazismu Kota Pekalongan dengan komunitas Oryza Sativa Institute ini menyasar 25 pelaku UMKM. Mereka merupakan perwakilan TP PKK Kota Pekalongan, perwakilan Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, TP PKK Kecamatan Pekalongan Utara, serta TP PKK kelurahan se Pekalongan Utara. Selain itu, urun berpartisipasi juga sebagai peserta dari Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, serta Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) Kota Pekalongan.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Kota Pekalongan, M. Khatib Amrullah, S.Pd.I., mewakili Ketua PDM Dr. Hasan Bisysri, M.Ag., yang berhalangan hadir. Hadir juga mewakili Camat Pekalongan Utara, Nur Santosa, S. Sos. selaku Kasi Pemerintahan dan Trantibum, Ketua PCM Pekalongan Utara M. Hidayat, Sutantiyo dan Khaeron dari Badan Pengurus Lazismu Kota Pekalongan, serta Manajer Eksekutif Lazismu Kota Pekalongan, M. Bilal dan jajarannya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah melalui Lazismu untuk mendorong keberdayaan UMKM. Ketua MPM PDM Kota Pekalongan, M. Khatib Amrullah mengatakan, kepedulian terhadap pengembangan UMKM tidak cukup hanya dilakukan dengan memberikan bantuan tunai maupun alat, melainkan bagaimana pelaku UMKM bisa bertahan dan terus bertumbuh kembang semakin berdaya.
“Kata orang, jangan berikan ikan tapi kail. Modal tanpa ilmu dan keahlian bisa habis, tetapi keahlian akan berumur panjang ketika diterapkan dalam bisnis apapun. Termasuk pelatihan bolu gulung batik hari ini, harapannya menjadi bekal keahlian bagi peserta,” ungkapnya.
Menurut Amru, pelatihan yang diberikan Lazismu Kota Pekalongan menjadi relevan di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit. Harapannya, para pelaku UMKM akan terpacu kreativitasnya demi menjaga keberlangsungan usahanya.
Sementara Kasi Pemerintahan dan Trantibum Kecamatan Pekalongan Utara, Nur Santosa, S. Sos., menyampaikan apresiasinya atas kiprah dan kepedulian Lazismu Kota Pekalongan yang selama ini ikut membantu pemerintah dalam memberdayakan umat dan masyarakat, termasuk para pelaku UMKM. Ia berharap pelatihan tersebut bisa memberikan ide dan pengalaman baru bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
Program Berkelanjutan Lazismu Kota Pekalongan

Pelatihan untuk UMKM bukanlah hal baru dalam kiprah Lazismu Kota Pekalongan mengelola dan mentasharufkan dana zakat, infak, dan shodaqoh (ZIS). Dalam beberapa tahun terakhir, Lazismu juga menjalankan program bantuan modal/peralatan hingga pendampingan bagi pelaku UMKM di Kota Pekalongan melalui sistem seleksi setiap tahunnya.
“Program untuk UMKM ini memang tidak mudah, karena cara kerja bisnis tentu tidak bisa instan hasilnya. Maka harapan kami ada keberlanjutan, ada pendampingan bagi UMKM agar bisa terus berkembang,” kata Ketua BP Lazismu Kota Pekalongan, Sutantiyo.
Selama ini, program bantuan UMKM yang digulirkan Lazismu Kota Pekalongan juga berupaya untuk tidak sekadar memberikan uang modal ataupun peralatan. Upaya pendampingan juga coba terus dilakukan, termasuk memberikan pelatihan dan lainnya.
“Maka Lazismu juga terus berkolaborasi dengan lembaga lain, terutama yang punya semangat yang sama untuk membantu memberdayakan UMKM,” tandasnya.
Pada pelatihan bolu gulung batik kali ini, Lazismu sengaja menggandeng komunitas kreatif Oryza Sativa yang selama ini juga aktif menginisiasi aktivitas di bidang pendidikan dan pengembangan diri. Menurut Manager Eksekutif Lazismu Kota Pekalongan, M. Bilal, dalam pelatihan ini baik instruktur maupun pendamping ditangani langsung oleh Oryza Sativa.
Instruktur pembuatan bolu gulung batik adalah Adilah Hukmiyati yang notabene telah lama menekuni usaha ini. Sementara dua punggawa Oryza Sativa lainnya, Mey Amna Hijriyati dan Sri Purnaningtyas Handayani, berperan sebagai pemandu acara dan pendamping selama proses pelatihan.
“Jadi Oryza Sativa ini menjadi mitra sekaligus creative organizer -nya. Mereka yang mendesain acaranya,” kata Bilal.
Menariknya, pelatihan baking ini sengaja mengangkat bolu gulung batik. Menurut Mey Amna, kata batik amat relevan dengan identitas Kota Pekalongan, sehingga konsep batik pun bisa dieksplorasi lebih luas bahkan dalam produk kue.
“Jadi sebagai ide bisnis, bolu gulung batik ini positioning maupun branding-nya sudah bagus, karena ia mengingatkan orang pada Pekalongan,” tuturnya.
Pelatihan ini pun disambut peserta dengan antusias. Mereka menikmati prosesi pelatihan, dari membatik di kertas kue, membuat adonan, mengukus bolunya hingga ia matang dan siap saji.
“Seru sekali pelatihannya. Sama dengan pembuatan kain batik, tadi kita juga membatik tapi tapi bukan di kain mori, karena medianya kertas kue, dan bahannya adalah adonan motif. Tapi rasanya seperti memegang canting dan melukiskannya di kain. Dan yang paling seru pas hasil motif itu sudah menempel di bolu gulung, rasanya eman-eman mau dimakan,” ujar Fina Hasanah, salah satu peserta pelatihan.
Melalui pelatihan ini, Lazismu Kota Pekalongan juga tengah membuktikan komitmennya untuk terus membantu UMKM agar lebih berdaya. Ke depan, program-program sejenis akan terus diupayakan melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait. (sef)






Selamat untuk Lazismu, semoga berlanjut.
Kepada peserta pelatihan semoga ilmunya bermanfaat dan membawa barokah, demikian juga pelatihnya.