Opini

Pesona Cristiano Ronaldo dan Beberapa Etos Hidup CR7 yang Muhammadiyah Banget

MUHAMMADIYAHKOTAPEKALONGAN – Perdebatan soal GOAT dalam dunia sepak bola mungkin tak pernah berakhir, tetapi ihwal etos hidup CR7 yang menginspirasi banyak orang pun sepertinya tak terbantahkan. Justru sisi inilah yang membuat nama dan legacy seorang Cristiano jauh lebih mengabadi dibanding yang lainnya. Uniknya, beberapa prinsip dan etos hidup CR7 ini ternyata amat relate dengan kultur warga Muhammadiyah. Lho, kok bisa?

Ini bukan klaim gotak-gatik-gatuk, bahwa etos kerja CR7 memang Muhammadiyah banget. Ya, bagi warga Persyarikatan, apa yang menjadi cara pandang dan hidup Roanaldo hingga menginspirasi jutaan manusia itu itu adalah nilai-nilai yang telah lama mengakar dalam kultur Muhammadiyah.

Soal bakat sebagai pesepak bola, Lionel Messi mungkin seorang jenius. Tetapi soal prinsip dan etos hidup CR7 sebagai atlet sepak bola, itu jelas level hidup yang jauh lebih menginspirasi. Tidak heran, pesona Ronaldo masih saja bersinar terang di Piala Dunia Amerika yang diyakini sebagai kesempatan terakhirnya. Ia telah mengoleksi total 975 gol sepanjang karir profesionalnya bersama klub maupun timnas.

Sebagai salah satu pesepak bola tertua yang merumput di Word Cup 2026, sosok Ronaldo tetap mampu menjadi pusat perhatian dunia. Gaungnya bahkan mampu mengalahkan kemegahan Piala Dunia itu sendiri. Saat Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 versus Kongo, performanya disorot banyak platform media dan media sosial.

Pun ketika timnya sukses menang besar 5-0 melawan Uzbekistan, di mana ia menyumbangkan dua gol, namanya kembali jadi pusat perbincangan dunia sepak bola, melampaui pembahasan orang tentang timnya, Portugal. Fakta ini mengonfirmasi satu hal, bahwa pamor Cristiano Ronaldo amat besar di dunia sepak bola.

Tak peduli apakah ia tengah disorot atau dipuji, namanya tetap menjadi salah satu bahan percakapan paling masif di media sosial. Dan semua itu tak bisa dilepaskan dari jejak panjang etos hidup CR7 yang dibangun sejak awal karirnya sebagai pesepak bola profesional.

Etos Hidup CR7 yang Muhammadiyah Banget

Penting untuk ditegaskan ulang bahwa di balik kesuksesan karir dan kebesaran Ronaldo sebagai salah satu pesepak bola terbaik dunia saat ini, ada jejak panjang yang ia bangun dengan perjuangan amat berat. Apa yang disebut sebagai jejak etos hidup CR7 barangkali menjadi definisi sejati dari perjuangan mewujudkan impian yang layak dijadikan inspirasi oleh siapapun, termasuk warga Persyarikatan Muhammadiyah.

Nah, pembahasan ini menjadi menarik karena etos hidup CR7 yang akan dibahas berikut ini ternyata sejalan dengan apa yang menjadi budaya hidup warga Muhammadiyah sejak generasi awal.

Usia Tak Menghalangi Semangat Dedikasi

etos hidup CR7 2
Salah satu etos hidup CR7, ia tetap tampil di Piala Dunia 2026 meski menjadi salah satu pemain tertua, yakni 41 tahun lebih. (Foto: detik.com)

Hidup Cristiano Ronaldo adalah untuk sepak bola, itu jamak diamini orang. Tetapi bahwa ia tetap menunjukkan dedikasinya di usia yang tak lagi muda untuk ukuran pesepak bola profesional, ini menjadi pelajaran hidup yang penting. Inilah salah satu perwujudan dari etos hidup CR7.

Keputusan Ronaldo untuk tetap memperkuat timnas Portugal di Piala Dunia 2026 Amerika Serikat memang bukanlah hal mudah. Usianya sudah 41 tahun lebih, menjadikannya pemain tertua kedua di ajang empat tahunan ini. Respon publik pun terbelah, antara mereka yang mulai meragukan performa gaeknya dengan para suporter setia yang menganggap pengaruh Ronaldo masih amat besar di atas lapangan. Bukan hanya kualitas individunya yang tetap berpotensi menyumbangkan gol bagi Portugal, lebih dari itu juga mentalitas dan kepemimpinannya yang dinilai amat dibutuhkan bagi timnas Portugal itu sendiri.

Bukan rahasia, bahwa di balik kemegahan squadnya yang disebut-sebut banyak ahli sebagai yang terbaik di Piala Dunia kali ini, mentalitas Portugal menghadapi tekanan ketatnya persaingan tidaklah ada jaminan. Sebaliknya kualitas menghadapi situasi underpressure itu justru melekat dalam diri Ronaldo sebagaimana rekam jejak pertandingan yang berhasil ia menangkan di level klub. Ia adalah Mr. Comeback yang sukses menjawab tekanan dan remehan orang dengan gol-gol kemenangan.

Usia boleh menua, tetapi dedikasi tak boleh benar-benar sirna. Di saat banyak pemain profesional yang sudah lama gantung sepatu di usia 40 tahun, pun dengan vitalitas tubuh yang mungkin menurun drastis, CR7 masih sanggup bermain 90 menit dengan kondisi fisik yang prima. Tetapi semua itu tentu saja harus dibayar dengan kerja keras dan etos hidup yang disiplin.

Semangat berdedikasi yang melampaui usia inilah yang telah menjadi bagian dari denyut nadi perkembangan Muhammadiyah sampai saat ini. Para kader Persyarikatan tak mengenal konsep pensiun dalam bermuhammadiyah, mereka rela mengabdi di usia tuanya meski tak lagi menempati posisi apa-apa. Maka masyhur dalam tradisi Persyarikatan bagaimana para mantan Ketua Umum PP tetap aktif meski hanya menjadi pengurus Ranting Muhammadiyah.

Bukan Prestise, tapi Prestasi

Inilah salah satu kelebihan Ronaldo lainnya yang juga buah dari etos hidup CR7, yakni memilih berjuang mengejar prestasi, bukan membanggakan prestise. Prestise adalah seperti halnya status sosial, bakat, semuanya bersifat given. Sejak kecil, Ronaldo bukannya tanpa bakat alami bersepak bola, tetapi ia memilih bekerja keras untuk skillup dan upgrade bakatnya agar terus naik kelas.

Secara bakat, boleh jadi Lionel Messi lebih unggul. Tetapi soal kesungguhan menjaga dan menaikkan level individu, etos hidup CR7 menjadi salah satu contoh terbaik. Sebagai bintang sepak bola yang sudah dijuluki monster sejak di Manchester United, Ronaldo selalu disiplin mengikuti sesi latihan. Beberapa kompatriotnya di King Mu bahkan mengakui bagaimana sang peraih gelar 5 Ballon d’Or itu selalu datang ke camp pelatihan lebih awal, tetapi pulang paling belakangan.

Karena pola hidupnya yang disiplin, dari melatih fisik, makan, istirahat, dan lainnya, Ronaldo tetap mampu menjaga kebugaran fisiknya di usia yang tak lagi muda sebagai pesepak bola. Saat usia 37 tahun, usia biologisnya seperti umur 23 tahun. Sebuah kualitas fisik yang luar biasa.

Etos hidup CR7 ini memberikan pelajaran hidup yang penting, bahwa tidak peduli status, bakat, gelar, dan berbagai prestise yang melekat dalam dirimu, akan lebih penting untuk berjuang, berkarya, dan mengukir prestasi.

Nilai-nilai ini pula yang menjadi bagian dari mindset dan etos hidup dalam Muhammadiyah. Sebagai organisasi Islam modern berwatak pembaharu. Muhammadiyah sejak awal justru kurang menaruh perhatian pada hal-hal yang bersifat priveleg spiritual yang bersifat individual. Pertama, Muhammadiyah lebih fokus beramal nyata, mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata yang berdampak bagi umat.

Siapapun kamu, tak peduli apapun status sosialmu, bangsawan ataukah rakyat biasa, kiai ataukah masyarakat awam, maka di Muhammadiyah kalian hanya dituntut untuk berjuang dan beramal nyata. Karena prestasi (amal shalih) itu bukan pemberian (given), melainkan harus diperjuang-wujudkan, maka prestise akan datang dengan sendirinya.

Terlebih, Muhammadiyah adalah organisasi Islam modern yang digerakkan dengan semangat kolektif kolegial, sehingga kemenonjolan individu menjadi sesuatu yang kurang populer.

Berani Keluar dari Zona Nyaman

Etos hidup CR7
Cristiano Ronaldo akhirnya mengantarkan Al-Nasr menjuarai LIga Pro Saudi, setelah sebelumnya sukses berkarir di Liga Inggris, La LIga Spanyol, dan Seri A Italia, bukti kuatnya etos hidup CR7. (Foto: bola.com)

Saat karir profesionalnya mencapai puncak, seorang Cristiano Ronaldo memilih tak terlena dengan zona nyaman. Ketika sebagaian pesepak bola memilih menikmati masa kejayaannya dengan gaya hidup yang menyenangkan, etos hidup CR7 justru tetap terjaga sampai saat ini.

Ronaldo juga dikenal sebagai bintang yang tak mudah berpuas diri dengan pencapaiannya. Ia memilih menantang dirinya untuk menaklukkan zona-zona baru yang memacu semangat juangnya. Sebagian orang mungkin sempat berpikir bahwa Ronaldo akan mengakhiri karirnya saat mencapai puncak bersama Real Madrid, memenangkan 3 Liga Champion. Tetapi dunia kaget saat ia memutuskan mencari tantangan baru di Seria A Italia bersama Juventus. Pun setelahnya, keputusannya reuni dengan MU tak kalah mengejutkan.

Di usia 37 tahun saat banyak bintang sepak bola lainnya ingin menikmati gaji besar di kompetisi MLS, CR7 memilih petualangan baru di Liga Arab Saudi, bergabung dengan Al-Nasr. Ronaldo pun tetap bermain dengan disiplin, tetap mampu mencetak gol, bahkan dari free kick, hingga mengangkat trofi liga bersama Al-Nasr.

Etos hidup CR7 yang tak terbuai zona nyaman ini sejalan dengan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam berwatak pembaharu (tajdid). Karena gerakan pembaharuan selalu melewati rute yang tak mulus, ia mesti mendapatkan penolakan dan penentangan dari tatanan yang mapan. Tetapi begitulah mental Muhammadiyah, sejak awal tuduhan sesat, Kristen, hingga kafir tak membuat Kiai Ahmad Dahlan dan kawan-kawannya menyurutkan perjuangan dakwah untuk mencerahkan dan memajukan umat dan bangsa.

Muhammadiyah mengembangkan konsep sekolah modern yang memadukan pendidikan agama dengan pengetahuan umum, sesuatu yang asing bagi mayoritas pribumi saat itu. Dengan konsep meja kursi yang bergaya sekolah modern, tak ayal Muhammadiyah dituding sebagai tasyabbuh, meniru orang-orang kafir.

Pun Muhammadiyah berinisiatif membangun rumah sakit pribumdi pertama yang dikelola secara modern di tengah sebagian pribumi yang masih berobat ke orang pintar. Sejak dekade ke-2 abad 20, Muhammadiyah juga telah mendorong kaum perempuan untuk berperan di ruang publik, di tengah budaya yang masih amat membatasi kiprah perempuan.

Di sekitar era itu pula, Aisyiyah telah merintis lembaga pendidikan usia dini yang kini menjelma menjadi ribuan TK ABA di seluruh Indonesia. Pun dengan rumah miskin yang kini menjelma menjadi lebih dai 1.000 panti asuhan atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Semua pembaharuan demi menciptakan umat berkemajuan itu selalu menjadi langkah yang tak mudah, tetapi Muhammadiyah tetap bergeming di jalan yang penuh perjuangan tersebut. Pun dengan keputusan menggunakan metode hisab wujudul hilal dan kini resmi mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), pilihan itu tak pernah sepi dari kritik dan bully-an. Tetapi seperti halnya pembaharuan di periode awal, Muhammadiyah meyakini bahwa waktu lah yang kelak memberikan jawaban.

Budaya Berderma yang Mendarah Daging

etos hidup CR7
Cristiano Ronaldo bersama Martunis pasca bencana tsunami yang memporak porandakan Aceh. Sikap ini menjadi bagian dari etos hidup CR7 (foto: kompas.com)

Yang tak kalah inspiratif dari etos hidup CR7 berikutnya adalah sikap syukur yaang diwujudkan dengan semangat peduli dan memberi. Bahwa di balik pencapaiannya sebagai salah satu atlet terkaya dunia, Cristiano Ronaldo tak pernah benar-benar lupa dengan masa lalu kehidupannya yang penuh kesulitan, plus orang-orang yang telah berjasa membantunya di fase paling berat itu.

Maka Ronaldo menjadi salah satu bintang sepak bola yang memiliki jiwa sosial tinggi. Sebagai wujud syukur dan baktinya sebagai anak, Ronaldo memilih mengajak sang ibunda hidup satu rumah dengannya. Di banyaak kesempatan ia mempertontonkan bagaimana pentingnya membahagiakan sang ibu. Maka dari tribun penonton, sang ibu selalu menyertai nyaris setiap laga yang dijalani Ronaldo. Pun saat berbagai kesempatan menerima penghargaan, sang ibu selalu diajak serta.

Sisi kemanusiaan Ronaldo juga terekam dalam banyak aksi sosial menyentuh. Dia membawa semangat payback, saat menghadiahkan sebuah restauran kepada Paula Leca, perempuan yang rela memberikan sisa burger McD untuk Ronaldo yang kelaparan. Ronaldo juga tak melupakan kawan seperjuangannya saat di Sporting CP, klub awal profesionalnya sebagai pesepak bola.

Ronaldo rela melalang sepatu emasnya untuk membantu pengobatan balita yang terkena kanker, ia juga beberapa kali membantu anak-anak di Gaza yang sering kelaparan. Cristiano merelakan hotelnya di Portugal untuk pusat pemulihan kesehatan saat pandemi Covid-19, aksi yang sama dilakukan saat gempa di Maroko.

Ia juga diketahui mengirimkan bantuan pangan ke korban gempa Turki dan yang terbaru Presiden sementara Venezuela membocorkan aksi Ronaldo mengirimkan bantuan makanan dan obat-obatan untuk rakyat Venezuela yang sedang krisis.

Jangan lewatkan juga, di tahun 2005 pasca bencana tsunami Aceh, Ronaldo yang saat itu berstatus bintang muda MU, pun menyempatkan datang menghibur para korban. Bahkan salah satu putra Aceh yang jadi korban, Martunis Sarbini, sempat menjadi anak angkatnya. Dan mungkin masih banyak daftar kedermawanan Ronaldo yang lainnya.

Dari beberapa hasil wawancara, ada satu nilai hidup penting yang bisa diambil dari Cristiano. Bahwa di balik pencapaian sukses setiap orang, selalu ada perjuangan dan pengorbanan yang ia bayar di masa lalu. Inilah etos hidup CR7. Kesadaran ini melahirkan semangat “membayar kembali” atau payback sebagai wujud syukur. Maka tak heran kalau di tengah kesuksesannya, Ronaldo tak pernah benar-benar melupakan orang-orang yang telah membersamai dan membantunya saat di masa sulitnya dulu.

Semangat berderma ini senafas dengan watak Muhammadiyah yang suka memberi. Ada istilah, gen Muhammadiyah adalah peduli dan memberi. Menariknya, semangat kedermawanan itu juga cenderung diaktualisasikan warganya dalam level yang berbeda. Pertama, warga Muhammadiyah tak sekadar gemar memberi, tetapi sebisa mungkin pemberian itu berdampak lebih panjang dan luas. Maka lahirlah tradisi wakaf.

Kedua, meski kapitalisasi aset Muhammadiyah membuatnya sebagai organisasi Islam terkaya di dunia, tetapi pola hidup para pimpinannya di kenal sederhana. Seperti halnya dicontohkan sejak Kiai Ahmad Dahlan, mereka adalah para pribadi yang amat dermawan ketika untuk kepentingan umat, tetapi memilih sederhana untuk diri sendiri.

Itulah beberapa inspirasi perjuangan dari seorang Cristiano Ronaldo, seorang anak miskin dari Madeira Portugal yang berjuang dengan penuh disiplin dan kesungguhan, hingga kini menjelma menjadi salah pesepak bola terbaik, tersukses, paling terkenal, dan terkaya. Tentu saja sebagai manusia seorang Cristiano banyak kekurangannya, tetapi terpenting etos hidup CR7 telah menjadi inspirasi bagi sekian banyak orang. (sef)

2 Comments

  1. CR7 sangat menginspirasi seluruh pemuda di dunia, etos kerja, dispilin, ambisi dan kepercayaan dirinya begitu luar biasa, akan tetapi ambisinya terkadang menghalangi generasi muda yang mungkin seharusnya bisa jadi regenarasi para pemain muda di portugal, Dia memang selalu ingin menjadi yg terbaik penuh ambisi tapi jangan lupa ada generasi muda yang juga perlu mendapatkan tempat dan kepercayaan agar regenerasi berjalan dengan baik.
    narasi ini pun mungkin sejalan dengan Muhammadiyah di beberapa tempat banyak yg tua sepertinya masih terus berambisi untuk dakwah di Muhammadiyah tetapi terkadang lupa dakwah tidak selalu di panggung utama, memberi tempat, mengajarkan serta memotivasi generasi muda untuk tampil serta memberi kepercayaan diri bagi generasi muda juga termasuk dakwah demi keberlangsungan regenerasi di masa yang akan datang.

    1. Ya, itu mungkin menjadi bagian dari sisi kurang seorang CR7, seperti disinggung di bagian akhir. Tetapi itu tak menghilangkan respek banyak orang atas sisi inspirasional Cristiano….Tentu regenerasi Portugas harus ttp berjalan, akan lebih baik kl pemain2 bertalenta yang ada jg bisa mencontoh pola hidupnya Ronaldo.
      Sementara di Persyarikatan Muhammadiyah sendiri, organisasi ini memang pernah dijuluki organisasi tua, karena dominannya orang2 tua di kepemimpinannya. Di sisi lain, ini jadi problem, meski sejak Muktamar 48, figur2 muda mulai banyak yang masuk di struktur pimpinan, dari tingkat PP sampai Cabang…Namun di sisi lain, ini sekaligus menjadi tantangan bagi Angkatan Muda untuk bersiap dan memantaskan diri, menjadi kualitas yang memang layak diandalkan….Semoga semuanya menuju pada kondisi yang lebih baik, untuk umat dan bangsa…aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button