Kabarmu

Pesan Optimisme! 3 Santri MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan Borong Prestasi di Olimpiade Bahasa Arab 2026

MUHAMMADIYAHKOTAPEKALONGAN – MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan kembali menunjukkan kelasnya dalam kemampuan berbahasa Arab. Baru-baru ini tiga santrinya yang juga siswa MTs Muhammadiyah Kota Pekalongan sukses mempersembahkan juara dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tahun 2026.

Tiga santri MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan yang sukses mencatatkan prestasi, yakni Gemilang Ajmal Aryasuta untuk juara 3, Izya Ibadurrahman juara 2, serta Imam Ghazali menjadi juara 1.

Mudir MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan, Ustaz Bahrul Ulum Lc.
Ust. Bahrul Ulum, Lc.

Selain ketiganya, ada dua santri lain yang mencatatkan juara harapan, yakni Ahmad Zaki Qosim menempati Juara Harapan 2, dan Ahsanul Haqqi untuk posisi Juara Harapan 1. Sebanyak lima santri MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan ini meraih juara untuk kategori SMP/MTs Negeri/Swasta tingkat Kota Pekalongan.

“Masih ada satu lagi prestasi juara 2 OBA ke-9 tahun 2026 untuk teacher category, yakni atas nama Ustaz Mohammad Rofiqi yang juga pengasuh di MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan,” ungkap Mudir MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan, Ustaz Bahrul Ulum, Lc., Senin (13/7/2026).

Pesan Optimisme dari Prestasi Santri MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan

MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan Juara OBA 2026
TAHNIAH – Postingan capan tahniah MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan untuk para santrinya yang menjuarai ajang OBA 2026.

Pihaknya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada para santri MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan yang telah mampu menyumbangkan prestasi untuk pondok maupun bagi MTs Muhammadiyah Kota Pekalongan. Lebih dari sekadar meraih trofi, Bahrul Ulum menyebut prestasi ini adalah ruang aktualisasi sekaligus pembuktian atas kemampuan santrinya terhadap bahasa Arab.

“Prestasi ini seolah mengirimkan pesan optimisme bagi kami, mengingat terhitung tahun ajaran 2026-2027 ini MTs Muhammadiyah Kota Pekalongan mulai berinovasi merancang program peminatan Bilingual untuk bahasa Arab dan bahasa Inggris. Insyaallah inilah definisi mestakung, ketika semesta mendukung,” terang Bahrul sambil menyunggingkan senyum optimismenya.

Untuk diketahui, Olimpiade Bahasa Arab (OBA) dirancang sebagai event kompetisi nasional yang dilaksanakan secara selektif berjenjang dari tingkat kota, provinsi, dan nasional. Pada tahun ke-9 penyelenggaraannya di 2026 ini, ada lebih dari 23 ribu peserta yang berpartisipasi dari berbagai penjuru nusantara.

Adapun pelaksanaann lomba untuk tingkat Kota Pekalongan sendiri dilaksanakan pada 16 Mei 2026 lalu. Panitia menggunakan model daring, sehingga peserta mengikutinya secara online dari sekolah/madrasah masing-masing dengan diawasi langsung oleh tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab.

“Olimpiade Bahasa Arab ini memang didesain sebagai instrumen quality maping, bagaimana memetakan kualitas pendidikan bahasa Arab bagi sekolah atau madrasah sekaligus menjadi wadah untuk mengasah kemampuan analitis dan literasi bahasa Arab bagi siswa/murid,” jelas Bahrul.

Karena itu, ia menyampaikan kembali kesyukurannya atas kesempatan para santri MBS Mas Mansyur Kota Pekalongan menguji skill dan kompetensi berbahasa Arabnya, teori mapupun practical.

“Untuk santri kami yang sukses menjadi juara 1, 2, dan 3, selanjutnya akan melaju ke Olimpiade Bahasa Arab tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan pelaksanaannya pada 29 Agustus 2026. Kami dari Mbs Mas Mansyur Kota Pekalongan maupun MTs Muhammadiyah Kota Pekalongan tentu akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, memberikan bimbingan dan pendampingan yang dibutuhkan agar santri kami bisa bersaing di tingkat provinsi,” kata Ustaz Bahrul Ulum mengakhiri. (sef)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button